Senin, 07 Januari 2013

Perilaku Terpuji (Kerja keras, Tekun, Ulet & Teliti)


PERILAKU TERPUJI (KERJA KERAS, TEKUN, ULET DAN TELITI)
RINGKASAN MATERI

Perilaku terpuji akan mengangkat manusia ke derajat yang tinggi dan mulia. Perilaku yang buruk akan membinasakan seseorang insan dan juga akan membinasakan ummat manusia. Karena itu sudah sepantasnya setiap muslimah mengambil perilaku yang baik sebagai perhiasannya. Yang perlu diingat bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan ditimbang menurut selera individu, bukan pula hitam putih.
Tetapi perilaku itu menurut ukuran adat yang dibuat manusia. Karena boleh jadi, yang dianggap baik oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari,at atau sebaliknya.
Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari’at, dalam semua masalah termasuk akhlak. Allah sebagai Pembuat syari’at ini,  Maha Tahu dengan keluasan Ilmu-Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan bagi hamba-hamba-Nya.

KERJA KERAS
Sebagai seorang beriman, kita harus mempunyai semangat kerja, baik bekerja untuk kepentingan hidup di dunia maupun kepentingan akhirat. Berikut akan dijelaskan tentang pengertian kerja keras dan manfaat bekerja keras.

Pengertian Kerja Keras
Sikap kerja keras lebih dikenal dengan sebutan etos kerja. Kerja keras adalah suatu sikap kerja yang penuh dengan motivasi untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan. Bekerja merupakan kewajiban bagi setiap orang untuk memperoleh penghasilan guna apa yang dicita-citakan. Bekerja merupakan kewajiban bagi setiap orang untuk memperoleh penghasilan guna mencukupi keperluan hidup sehari-hari. Tanpa bekerja, manusia tidak akan pernah memperoleh apa yang diharapkan. Dengan bekerja keras, manusia telah melakukan suatu kewajiban. Baca dan pahami firman Allah SWT., berikut ini :
105. dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At Taubah ayat 105)

Ayat tersebut memberikan motivasi kepada kita untuk berusaha dengan keras karena usaha kita akan diperhitungkan oleh Allah SWT. Orang yang beriman dilarang untuk malas, berpangku tangan dan menunggu keajaiban datang menghampirinya. Allah SWT. Menciptakan alam beserta isinya diperuntukkan manusia. Untuk memperoleh manfaat dari alam ini, manusia harus berusaha dan bekerja keras.
Banyak ayat yang mengandung perintah supaya kita bekerja keras, antara lain surah An – Naba’ ayat 9 – 11. Ayat ini menjelaskan bahwa tidur sebagai istirahat, malam sebagai pakaian, dan waktu siang untuk mencari sesuatu yang diperlukan bagi kehidupan. Baca firman Allah SWT, berikut ini!
9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian[1546],
11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, (QS. An Naba’ 9-11)
[1546] Malam itu disebut sebagai pakaian karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai pakaian menutupi tubuh manusia.

10. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.( Q.S Al A’raf ayat 10)

Dalam surat Al – Jumu’ah ayat 10, Allah SWT. Memerintahkan kepada setiap orang beriman, setelah menunaikan ibadah agar bertebaran di muka bumi untuk mencari rezeki dan anugerah-Nya. Meskipun demikian, kita tidak boleh lengah dari mengingat Alloh SWT, karena memperoleh rezeki yang banyak. Baca dan pahamilah firman Allah SWT, berikut ini :
10. apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al-Jumu’ah ayat 10).

Praktik etos kerja itu telah dicontohkan Rasulullah SAW. Sejak kanak-kanak hingga akhir hayat beliau. Misalnya, beliau mengembalaa biri-biri serta berdagang dengan semangat dan jujur. Para sahabat juga memberikan keteladanan tentang kerja keras, seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Talib. Mereka semangat berdagang sehingga hidup kecukupan. Dengan hartanya itu, mereka dapat menyantuni fakir miskin dan untuk kepentingan agama Islam. Agar semangat kerja keras selalu ada dalam diri kit, kita hendaknya beranggapan bahwa esok pagi seolah – olah akan mati. Dengan demikian, kita dapat beribadah dengan khusyuk.
Begitu penting peranan kerja keras dalam kehidupan sehingga Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut :
Artinya :
“Demi Zat yang diriku ada di tangan-Nya, sesungguhnya apabila seseorang di antara kamu mengambil tali kemudian mencari kayu bakar dan diletakkan di atas punggungnya, itu adalah lebih baik daripada ia mendatangi seseorang untuk meminta sesuatu kepadanya yang ada kalanya ia diberi atau ditolak.” (H.R. Al-Bukhari nomor 1377)

Membiasakan Diri Bersikap Kerja Keras
a.      Selalu menyadari bahwa hasil yang diperoleh dari jerih payahnya sendiri lebih terpuji dan mulia daripada menerima pemberian dari orang lain.
b.      Islam memuji sikap kerja keras dan mencela meminta-minta(kecuali jika terpaksa).
c.      Memiliki semboyan tidak suka mdmpersulit osang lain dengan mengharapkan bantuannya.
d.      Menyadari sepenuhnya bahwa memberi lebih mulia daripada meminta.





TEKUN
Tekun termasuk perilaku terpuji karena itu kita harus memiiki sikap tekun. Apa tekun itu dan apa manfaatnya?

Pengertian Tekun
Selain kerja keras, kita harus tekun dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Tekun berarti bersungguh-sungguh dan terus menerus dalam bekerja meskipun mengalami kesulitan, hambatan dan rintangan.
Sebagai pelajar, kalian harus tekun dalam belajar karena kewajiban utama bagi pelajar adalah belajar. Dalam menuntut ilmu pengetahuan, kita tidak boleh
setengah-setengah. Ilmu pengetahuan itu sangat penting bagi kehidupan. Oleh karena itu, menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dan muslimat.
Dalam belajar, kadang-kadang kita mengalami kesulitan. Namun, kita tidak boleh putus asa. Kalian tentu masih ingat kisah Ibnu Hajar yang sangat bodoh dan sulit menerima pelajaran. Dengan ketekunannya, ia berhasil menjadi ulama besar yang terkenang sampai sekarang. Ketekunan dan keuletan Ibnu Hajar itu perlu kita teladani. Kita harus selalu optimis dan yakin akan dapat memperoleh apa yang kita cita-citakan.
Sikap tekun menjadikan diri kita lebih terampil dan mumpuni dalam bidang yang kita tekuni. Orang yang mempunyai kreativitas, keterampilan dan kemauan yang keras akan meraih keberhasilan. Sebagi orang beriman, kita harus menekuni bidang kita masing-masing, sebagaimana diamanatkan dalam surah Al-Isra ayat 84 berikut ini:
84. Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya[867] masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalanNya.

[867] Termasuk dalam pengertian Keadaan disini ialah tabiat dan pengaruh alam sekitarnya.

Orang yang tekun itu pantang putus asa. Ia selalu berusaha agar usahanya dapat berhasil. Sikap putus asa adalah sifat orang-orang kafir. Oleh karena itu, kita tidak boleh putus asa jika gagal dalam ikhtiar. Baca dan pahamilah firman Allah SWT berikut ini :
87. Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Contoh dari sifat Tekun
Kisah Ibn Hajar
Awalnya dia adalah seorang anak yang merasa bodoh. Ia sulit menerima pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Suatu ketika ia melihat batu kecil yang terletak di tepi sungai. Ia mengamati batu kecil itu berlobang/lekuk. Sementara air menetas dari atas dan jatuh tepat di lobang batu kecil tersebut. Ia pun sadar ternyata batu yang keras itu bisa berlobang hanya karena air yang secara terus menerus menetes, walaupun hanya setetes demi setetes. Kemudian, beliau berpikir, meskipun ia merasa bodoh, tetapi jika belajar dengan tekun, terus-menerus, niscaya akan menjadi pintar.
Akhirnya ia belajar lebih tekun lagi sehingga ia menjadi ulama terkemuka. Karena ketekunannya dalam belajar terinspirasi dari batu kecil di tepi sungai itu, maka ia pun diberi nama Ibn Hajar, yang artinya “anak batu”.

Membiasakan diri bersikap Tekun:
1.                  Siapkan perencanaan yang matang dalam memulai aktivitas
2.                  Bersungguh-sungguhlah dalam setiap aktivitas
3.                  Jangan cepat putus asa dalam bekerja dan belajar.
4.                  Lakukan terus pekerjaan yang kamu senangi hingga kamu mampu
mengerjakannya.
5.                  Harus banyak bersabar dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
6.                  Jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu
7.                  Berserah dirilah kepada Allah SWT.

 ULET
Agama Islam mengajarkan sikap ulet dalam segala sesuatu. Apakah yang dimaksud ulet dan apa manfaat bersikap ulet itu?

Pengertian Ulet
Ulet termasuk perilaku terpuji yang harus kita miliki. Ulet berarti tahan uji, tidak mudah menyerah jika mengalami hambatan dan rintangan. Jika mengalami kegagalan dalam suatu usaha, kita tidak mengeluh, tidak sedih. Dan tidak putus asa. Kita harus bersikap ulet untuk mencari jalan lain sehingga berhasil dengan baik.
Sikap ulet merupakan salah satu kunci keberhasilan seseorang. Sikap ulet harus kita miliki. SIkap itu memberikan motivasi untuk mengubah keadaan kita yang semula tidak baik menjadi lebih baik. Allah SWT. Memerintahkan kita mau mengubah keadaan kita sendiri yang lebih baik. Baca dan pahamilah firman Allah SWT, berikut ini !
11. bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

[767] Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.
[768] Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.


Contoh dari sifat Ulet
Kisah Rasulullah SAW dan Para Sahabat
Sikap ulet juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika bekerja pada Khadijah. Beliau tidak menghiraukan musim panas atau dingin. Dia pantang menyerah, tidak berputus asa, dan ulet dalam memperdagangkan dagangan majikannya ke berbagai tempat dan pasar. Tidak hanya di kota Mekkah, tetapi sampai ke luar Mekah, seperti Yaman, Madinah, Kufah dan Basrah.  Begitu pula dalam berdakwah. Meskipun ia dan para sahabat diteror oleh orang-orang kafir Quraisy, tetapi ia tidak pernah menyerah dan berputus asa untuk menyampaikan dakwah kepada mereka sehingga orang-orang yang menentangnya menjadi sahabat yang setia, seperti Umar bin Khattab, Khalid bin Salid, Abu Sufyan, dan sebagainya.


Membiasakan diri bersikap ulet
1.                  Biasakan bersungguh-sungguh dalam setiap aktivitas
2.                  Gantungkan cita-citamu setinggi mungkin, kemudian kejarlah dengan
belajar yang serius.
3.                  Jangan sepat putus asa dalam mengerjakan sesuatu yang sulit.
4.                  Coba dan coba terus pekerjaan yang kamu senangi sampai kamu bisa.
5.                  Bersabarlah dalam berbagai keadaan
6.                  Kembalikan semuanya kepada Allah sambil terus berusaha.


TELITI

Pengertian Teliti
Teliti berarti berhati-hati, tidak gegabah dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Misalnya, dalam mengerjakan soal ulangan atau melakukan suatu pekerjaan. Orang yang memiliki sikap teliti tidak tergesa-gesa meninggalkan pekerjaan yang dilakukan. Teliti merupakan rangkain dari kerja keras, tekun dan ulet. Orang yang sudah bekerja keras dengan tekun dan ulet harus diakhiri dengan ketelitian. Dengan demikian, hasil kerja keras itu akan maksimal.
Dalam bersikap teliti, kita tidak boleh terlalu optimis akan keberhasilannya. Sikap optimis yang berlebihan menimbulkan kesombongan. Oleh karena itu, sikap teliti hendaknya disertai tawakal kepada Allah SWT. Baca dan pahamilah firman Allah SWT berikut ini:
 159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepa da Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
 [246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

Dalam berbelanja pun, kita harus teliti dalam memilih belanjaan. Misalnya, akan membeli baju, buku atau sepeda. Kita harus meneliti terlebih dahulu sebelum membayar sehingga tidak kecewa dikemudian hari.
Bersikap teliti dapat dikategorikan sebagai evaluasi dari usaha yang kita lakukan. Dengan demikian, dapat digunakan sebagai tolak ukur serta langkah-langkah yang harus dikerjakan selanjutnya. Dengan harapan, hasil yang kit aperoleh selanjutnya selalu ada peningkatan yang optimal. Hal ini sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, yang menganjurkan kita untuk selalu meningkatkan hasil usaha kita. Baca dan pahamilah sabda Rasulullah SAW. berikut ini :
Artinya : “Barang siapa (amal usahanya) hari ini lebih baik dari hari kemarin, orang itu termasuk yang beruntung. Barang siapa (amal usahanya) hari ini sama dengan yang kemarin, ia termasuk orang yang rugi. Barang siapa (amal usahanya) hari ini lebih buruk dari hari kemarin, ia termasuk orang terlaknat” (H.R. Al Hakim)
Dari hadist tersebut dapat kita simpulkan bahwa amal usaha kita dari hari ke hari harus selalu meningkat. Agar hasil usaha meningkat, kita harus selalu meningkatkan semangat kerja, ketekunan, dan teliti dalam segala-galanya.

Contoh dari sikap Teliti
Kisah Rasulullah SAW dan Para Sahabat
Misalnya ketika Rasulullah SAW menyikapi perlakuan kasar orang-orang kafir Quraisy terhadap umat Islam yang ada di Mekah, sementara nabi telah hijrah ke Madinah. Ketika itu para sahabat meminta nabi agar segera berperang melawan kezaliman kafir Quraisy. Tetapi nabi tidak tergesa-gesa. Untuk beberapa saat ia menunggu petunjuk dan perintah dari Allah lalu ia bicarakan dengan para sahabatnya tentang strategi apa yang dilakukan.
Berkat ketelitian dan usaha keras dari nabi dan para sahabat, perang Badar yang tidak seimbang itu (313 orang tentara Islam melawan 1000 tentara kafir Quraisy) akhirnya dimenangkan umat Islam. Dengan demikian, berupayalah dengan kerja keras, tekun, ulet, dan teliti sehingga hasil yang kita peroleh mengalami peningkatan dan akan lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

Membiasakan diri bersikap teliti
1.                  Biaskan rapi dam teratur dalam mengerjakan sesuatu
2.                  Jangan mudah terpengaruh orang lain
3.                  Lakukan check and recheck sebelum memutuskan suatu masalah .
4.                  Sebaiknya hati-hati dalam segala hal.
5.                  Percayalah kepada diri sendiri.
6.                  Biasakan menyenangi dan ketertiban.


CONTOH PERILAKU NABI MUHAMMAD SAW KERJA KERAS, TEKUN DAN TELITI
Rasulullah SAW, mencontohkan kepada kita praktik kerja keras semenjak beliau masih kanak-kanak sampai akhir hayatnya. Ketika masih kanak-kanak Beliau dipercaya menggembala kambing. Setelah usia remaja mulai berdagang dan dipercaya membawa barang dagangan janda kaya raya yang bernama Khadijah, yang akhirnya menjadi istri Rasulullah SAW.

CONTOH PERILAKU KERJA KERAS, TEKUN, ULET, DAN TELITI
1.      Menyadari bahwa rezeki yang diberikan oleh Allah SWT tidak datang dengan tiba-tiba tanpa usaha
2.      Tidak bersifat malas dan mengeluh pada suatu pekerjaan karena akan mempengaruhi etos kerja yang sudah dibangun
3.      Tidak suka menunda-nunda pekerjaan yang dapat dilakukan dengan cepat
4.      Tidak cepat merasa puas pada satu pekerjaan yang digeluti
5.      Berusaha peduli terhadap suatu pekerjaan meskipun pekerjaan tersebut tidak disukai
6.      Berusaha mengerjakan segala sesuatu dengan penuh rasa tanggung jawab
7.      Berniat sungguh-sungguh untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut
8.      Tetap optimis dan tidak mudah putus asa apabila menemukan kegagalan
9.      Melakukan suatu pekerjaan dengan pertimbangan yang matang
10. Melakukan pekerjaan tidak hanya dengan fisik/tenaga, tetapi juga dengan hati dan pikiran yang positif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar